replika pintu ka'bah tembaga dan kuningan

Labbaikallahumma labbaik, labbaikalasyarikalakalabbaik, innalhamda wa ni’mata laka walmulk laa syarikalak.

Tak terasa musim haji telah tiba. Setiap muslim yang mampu berbondong – bondong pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Ada yang dari “tuan rumah” sendiri, ada yang dari “tetangganya”, ada pula yang jauh seperti dari Indonesia, Malaysia, Australia dll.

Berhaji merupakan salah satu rukun islam yang mana diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu. Baik mampu fisik/ mental maupun mampu dalam hal biaya untuk berhaji. Jadi dimanapun seorang muslim berada, jika sudah memenuhi persyaratan dalam berhaji, dia wajib melaksanakannya. Berbicara tentang haji, tak bisa terlepas dari 2 hal yaitu sejarah  dan ka’bah. Dari sumber yang dibaca penulis mengenai sejarah berhaji, penulis menulis bahwa ibadah haji bermula ketika nabi ibrahim as dan istri pertamanya (sarah) tidak kunjung mendapatkan anak. Lalu atas permintaan sarah, nabi Ibrahim as diminta untuk menikahi siti hajar. Dari pernikahan dengan siti hajar, nabi Ibrahim as diberi seorang anak yaitu ismail. Karena pernikahan dengan siti hajar, nabi Ibrahim as diberi seorang anak, dan saat pernikahan dengan sarah belum diberi anak, hal itu membuat sarah sedih. Melihat hal tersebut, nabi Ibrahim as lalu membawa pergi siti hajar dan ismail pergi dari tempat tinggalnya kala itu. Ketika pergi dan tiba di suatu lembah yang kering dan gersang, nabi Ibrahim as hendak menengok istri pertamannya, sarah. Nabi Ibrahim as lalu meninggalkan siti hajar dan ismail di lembah tersebut. Setelah berjalan langkah demi langkah, nabi Ibrahim as tak terlihat lagi dari pandangan siti hajar. Selang beberapa waktu, ismail yang masih bayi tiba – tiba menangis karena kehausan. Siti hajar lalu mencoba mencari air. Dia pergi kesebuah bukit, namun tidak menjumpai air. Lalu dia pergi ke bukit yang satunya barangkali disana ada air, namun tetap siti hajar tidak menemukan air. Dia terus bolak – balik dari bukit pertama tadi menuju ke bukit kedua, berulangkali sampai 7 kali, berusaha keras untuk menemukan air. Usaha siti hajar yang pergi bolak – balik dari bukit satu ke bukit yang satunya tadi, diabadikan sebagai salah satu rukun ibadah haji yaitu sya’i. saat usaha siti hajar mendapatkan air sampai bolak – balik sampai 7 kali tidak kunjung mendapatkan air, lalu siti hajar tiba – tiba melihat sumber air di dekat ismail yang kita kenal sebagai air Zam – Zam. Selang beberapa waktu, nabi Ibrahim as kembali kepada siti hajar dan ismail. Pada saat ismail sudah cukup besar, nabi Ibrahim as diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun ka’bah. Kemudian beliau membangun ka’bah dengan dibantu oleh putranya ismail.

Ka’bah yang dapat kita lihat sekarang ini pun sudah bukan bentuk asli ka’bah pada zaman nabi Ibrahim as dahulu. Tercatat dan yang dapat dibuktikan, ada 5 pembangunan ka’bah oleh umat islam yaitu pada massa nabi Ibrahim as, massa kaum qurais, massa Abdullah bin zubair, massa hajjaj bin yusuf, dan yang terakhir pasa massa sultan murad khan al utsmani.

Meskipun ka’bah telah berulang kali dibangun, namun kita sebagai umat islam harus yakin dan percaya bahwa ka’bah tetaplah ka’bah, yaitu sebagai kiblat sholat umat muslim diseluruh dunia.

Berbicara mengenai ka’bah, kami dari tembagacraft punya sesuatu yang menarik nih. Tahu pintu emas ka’bah kan? Kalau tidak nanti searching di google. Hehe….

Yup, kami dari tembagacraft merupakan penghasil replika pintu ka’bah tembaga dan kuningan dengan kualitas baik. Inggat lho ya, Cuma replika dan dari kuningan, bukan dari emas. Replika pintu ka’bah tembaga dan kuningan ini adalah salah satu produk kerajinan tembaga dan kerajinan kuningan dari pengrajin kami di desa tumang, kecamatan cepogo, kabupaten boyolali. Dibuat dengan bahan dasar kuningan  dan dengan sentuhan tangan – tangan terampil dari pengrajin tembaga di desa tumang, replika pintu ka’bah kuningan ini dibuat semirip mungkin dengan yang ada di mekkah sana. Kalau di mekkah sana ukurannya cukup besar, replika pintu ka’bah tembaga dan kuningan ini hanya berukuran 150 cm x 85 cm. meski begitu kami juga dapat membuat yang lebih besar lagi tergantung permintaan anda. Setiap muslim pasti mendambakan untuk bisa pergi haji ke tanah suci, melihat ka’bah, mengunjungi makan Rasulullah SAW dll. Namun jika belum ada kemampuan dan kesempatan untuk kesana, mungkin bisa mengobati sedikit kerinduan dengan memiliki replika pintu ka’bah ini di rumah anda, dengan memesan di tempat kami. Jadi tunggu apalagi, pesan sekarang juga replika pintu ka’bah tembaga dan kuningan kami dengan menghubungi kontak yang tersedia.

Kami tunggu kerjasamanya,

Terima kasih dan sampai jumpa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *